Kurikulum Berbasis Praktik Lapangan, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Branding UMKM Langsung di Lokasi

Semarang – Kurikulum berbasis praktik lapangan yang diterapkan di sejumlah perguruan tinggi semakin menunjukkan dampak positif. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori di ruang kelas, tetapi juga diberi kesempatan untuk terjun langsung ke masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi ini, yang sedang menjalankan proyek branding untuk UMKM minuman lokal Teh Lawang.

Dipimpin oleh Nicholas, kelompok mahasiswa tersebut bertugas mengembangkan strategi komunikasi pemasaran untuk meningkatkan efektivitas pendekatan AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) pada Teh Lawang. Dalam praktiknya, para mahasiswa terlibat langsung dalam observasi konsumen, desain visual booth, hingga merancang strategi konten media sosial untuk memperkuat daya tarik produk.

“Kami ingin membawa ilmu yang kami pelajari keluar dari kelas dan berdampak langsung pada pelaku usaha. Dengan strategi AIDA, kami bantu Teh Lawang agar lebih dikenal dan disukai oleh target pasarnya,” ujar Nicholas saat ditemui di lokasi kegiatan.

Teh Lawang sendiri merupakan UMKM lokal yang menyajikan minuman teh dengan racikan khas dan cita rasa tradisional yang kuat. Dengan konsep booth sederhana namun menarik, usaha ini dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang jika dikelola dengan strategi pemasaran yang tepat.

Pemilik Teh Lawang, Natasya Cinta, mengungkapkan rasa syukurnya atas keterlibatan para mahasiswa. “Saya sangat terbantu dengan kehadiran para mahasiswa ini. Mereka punya banyak ide kreatif yang membuat booth kami jadi lebih menarik. Bahkan mereka juga bantu promosi lewat media sosial. Saya jadi lebih semangat mengembangkan usaha ini,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas proyek mata kuliah Komunikasi Pemasaran, yang mengharuskan mahasiswa berkontribusi nyata dalam membantu brand lokal membangun citra dan meningkatkan penjualan. Selain itu, ini juga menjadi implementasi nyata dari kurikulum project-based learning yang menekankan kolaborasi, kreativitas, dan penyelesaian masalah secara langsung.

Dengan keterlibatan mahasiswa dalam dunia UMKM seperti ini, kampus berhasil mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi di dunia kerja nyata.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dimsum Mentai Chili Oil Narawi Jadi Favorit Baru di Tlogosari Semarang

FOMO yang sehat, anak muda kini ramaikan trend mendaki gunung

Bill Gates Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia: Langkah Global Atasi Penyakit Ganas yang Terlupakan