Negosiasi Dagang RI - AS Dimulai, Fokus ke Teknologi, Energi, & Investasi
Sumber : Bloomberg
MININS.ID – Pemerintah Indonesia terus menggenjot diplomasi ekonomi lewat negosiasi dagang bilateral dengan Amerika Serikat (AS). Sebagai langkah awal, kedua negara telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA), yang akan menjadi pintu masuk pembahasan teknis selama 60 hari ke depan melalui pembentukan kelompok kerja bersama.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa dalam dokumen proposal yang diajukan, Indonesia menyoroti sejumlah prioritas utama. Di antaranya adalah menjaga ketahanan energi nasional, memperluas akses pasar dengan tarif yang lebih bersaing, serta mendorong reformasi regulasi untuk menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.
Indonesia juga menekankan pentingnya memperkuat rantai pasok industri strategis, termasuk sektor mineral kritis. Selain itu, ada keinginan kuat untuk mendapatkan akses terhadap teknologi dan pengetahuan dalam sektor kesehatan, pertanian, dan energi baru terbarukan.
"Proses negosiasi ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam membuka peluang pasar, memperluas kerja sama internasional, dan menjaga kestabilan ekonomi nasional di tengah situasi global yang dinamis," kata Sri Mulyani, Jumat (2/5/2025).
Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkeu Sri Mulyani telah melakukan dialog intensif dengan otoritas AS selama rangkaian IMF–WBG Spring Meeting pada 14–24 April 2025.
Dalam kesempatan itu, delegasi RI menjalin komunikasi dengan berbagai institusi penting seperti US Treasury, USTR, Departemen Perdagangan AS, hingga Kementerian Luar Negeri AS. Pertemuan bilateral juga diadakan dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
“Selama dua minggu ini kami semua berdiskusi dengan mitra masing-masing secara terkoordinasi, menggunakan pendekatan dan materi yang sama. Ini mencerminkan keseriusan dan koordinasi Indonesia dalam membangun kerja sama yang strategis,” jelas Sri Mulyani.
Ia juga menambahkan bahwa dalam forum-forum internasional lain seperti G20 maupun IMF-WBG, Indonesia terus menyampaikan perspektif ekonominya, tidak hanya kepada AS, tetapi juga dengan mitra global lain seperti China, Jepang, Eropa, dan negara-negara Asia.
Adzka Nicholas
Rabu, 7 Mei 2025 22:12
Tag
#amerika
Komentar
Posting Komentar