Sehari Ludes 650 Tusuk, Pemuda 25 tahun Ini Pilih Berwirausaha Kuliner Ketimbang Kerja Formal
Memulai usaha sejak dua tahun lalu, Andi mengaku terinspirasi dari pedagang kaki lima yang tetap bertahan di tengah pandemi. "Awalnya coba-coba, jualan depan Superindo. Eh ternyata laris. Dari situ saya seriusin," ujar Andi saat ditemui di lapaknya di kawasan Bumi Tlogosari.
Andi menjajakan sempolan ayam dan telur gulung dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Dengan harga Rp1.000 per tusuk, ia bisa meraup omzet harian hingga Rp650.000. Jika dihitung bulanan, penghasilannya bisa menyamai bahkan melebihi gaji pekerja kantoran pemula.
"Orang tua saya juga dulu berjualan sempolan dan telur gulung, jadi saya meneruskan usahanya" ungkapnya.
Andi menambahkan bahwa salah satu kunci suksesnya adalah menjaga rasa dan kebersihan. Ia juga konsisten dalam waktu membuka usahanya.
Komentar
Posting Komentar