Haji 2025 Gunakan Drone, AC Raksasa, dan Aplikasi Canggih, Anak-anak Tak Lagi Boleh Ikut

Sumber: oase.id

Minins.id, Makkah – Ibadah Haji 2025 menghadirkan wajah baru. Pemerintah Arab Saudi melakukan gebrakan besar-besaran dengan menerapkan teknologi canggih untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah. Mulai dari drone pengawas berbasis AI, sistem pendingin raksasa, hingga aplikasi digital pintar, semua diluncurkan demi Haji yang lebih aman dan modern.

Namun ada hal yang cukup mengejutkan: anak-anak di bawah 12 tahun kini dilarang ikut berhaji. Keputusan ini diambil setelah tahun lalu suhu ekstrem di Tanah Suci menyebabkan lebih dari 1.300 korban jiwa.

Drone Pantau Jamaah dari Langit

Tahun ini, lebih dari 5.000 drone Saqr terbang mengitari area Makkah. Drone ini dilengkapi kamera termal dan sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi suhu tubuh jamaah, memantau kepadatan, bahkan mengidentifikasi potensi kericuhan.

“Teknologi ini menjadi mata dan telinga kami selama pelaksanaan Haji,” ujar perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, seperti dikutip dari DW.

Tak hanya itu, lebih dari 270 ribu orang tanpa izin berhasil dicegah masuk ke wilayah Haji, berkat sistem pengenal wajah dan paspor digital yang terintegrasi dengan aplikasi resmi Nusuk.

Masjidil Haram Kini Super Dingin

Arab Saudi juga memasang sistem pendingin udara terbesar di dunia di Masjidil Haram, dengan kapasitas mencapai 155.000 ton. Jalur pejalan kaki dilapisi bahan khusus penolak panas, disertai misting station (penyemprot kabut air) yang menurunkan suhu lantai hingga 12 derajat Celcius.

“Walaupun cuaca di luar sangat panas, tapi suasana di dalam Masjidil Haram tetap nyaman,” ungkap Ahmad, jamaah asal Indonesia.

Anak-anak Dilarang Ikut Haji, Ini Alasannya

Untuk pertama kalinya, anak-anak usia di bawah 12 tahun tidak diperbolehkan ikut serta dalam ibadah Haji. Pemerintah Saudi menyebut, keputusan ini diambil demi keselamatan anak-anak dari risiko suhu ekstrem dan kelelahan fisik.

Banyak orang tua mendukung kebijakan ini, meski tak sedikit pula yang menyayangkan.

Aplikasi Nusuk, Panduan Haji di Genggaman

Semua jamaah kini diwajibkan menggunakan aplikasi Nusuk, yang berisi jadwal ibadah, panduan lokasi, layanan medis, hingga pelacakan lokasi jamaah. Bahkan, tersedia layanan konsultasi dokter online hanya lewat satu klik.

Tak ketinggalan, jaringan 5G dan Wi-Fi gratis juga disediakan di seluruh area Haji.

Haji Jadi Motor Ekonomi Arab Saudi

Transformasi ini bukan sekadar soal ibadah. Arab Saudi juga menjadikan Haji sebagai bagian dari Visi 2030, yaitu strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak.

Sektor Haji dan Umrah kini menyumbang lebih dari Rp 190 triliun per tahun, dan diperkirakan akan terus tumbuh pesat dalam 5 tahun ke depan.

“Kami ingin menjadikan pengalaman Haji tak hanya spiritual, tapi juga nyaman, aman, dan berteknologi tinggi,” kata Khalid Al-Falih, Menteri Investasi Saudi.


Dengan segala inovasinya, Haji 2025 telah membuka lembaran baru: perpaduan antara iman dan teknologi. Dari langit yang diawasi drone, lantai dingin di Masjidil Haram, hingga aplikasi pintar di tangan jamaah — semua menyatu demi ibadah yang lebih baik.

Penulis: Nicholas
Sumber: DW News, TIME, Bloomberg, Antara News


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dimsum Mentai Chili Oil Narawi Jadi Favorit Baru di Tlogosari Semarang

FOMO yang sehat, anak muda kini ramaikan trend mendaki gunung

Bill Gates Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia: Langkah Global Atasi Penyakit Ganas yang Terlupakan