Polda Jateng Grebek Pabrik Pupuk Palsu di Boyolali, Produksi Ratusan Ton per Bulan
Sumber : Bhinneka Nusantara
Minins.id, Boyolali – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah berhasil membongkar praktik ilegal produksi pupuk palsu di sebuah gudang tersembunyi di wilayah Boyolali. Pabrik yang telah beroperasi secara diam-diam selama lima tahun ini diketahui mampu memproduksi ratusan ton pupuk setiap bulan.
Penggerebekan dilakukan pada Selasa (9/7/2025) setelah aparat menerima laporan dari masyarakat dan melakukan penyelidikan mendalam. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan tumpukan karung pupuk siap edar, bahan campuran, dan peralatan pencetak pupuk yang dimodifikasi.
"Dari hasil pemeriksaan, pelaku memproduksi pupuk dengan mencampur bahan tidak sesuai standar dan mengemasnya ulang menggunakan merek dagang ternama," ungkap Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio, dikutip dari Harianjogja.com dan detikcom.
Edarkan ke Petani Lewat Distributor Lokal
Pupuk palsu tersebut dipasarkan secara luas ke petani di Boyolali, Klaten, Sragen, dan sebagian wilayah Jawa Timur melalui distributor yang tidak curiga karena kemasannya menyerupai produk asli.
"Setiap bulan mereka bisa memproduksi hingga 200 ton pupuk palsu. Ini merugikan petani dan berpotensi merusak lahan pertanian," lanjut Dwi Subagio.
Pihak kepolisian telah menyita barang bukti berupa 40 ton pupuk dalam kemasan, bahan kimia, serta dokumen transaksi. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen serta UU tentang Perdagangan.
Petani Dirugikan, Pemerintah Akan Evaluasi Distribusi Pupuk
Sejumlah petani mengaku telah membeli pupuk dari distributor tersebut, namun mengeluh karena tidak memberikan hasil maksimal pada tanaman. Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah akan mengevaluasi jalur distribusi pupuk dan meningkatkan pengawasan lapangan.
"Kasus ini menjadi pelajaran penting. Kami minta petani lebih teliti dan membeli pupuk hanya dari kios resmi," ujar Kepala Dinas Pertanian Jateng.
Polda Jateng masih mendalami kemungkinan adanya jaringan produksi pupuk palsu lain di wilayah Solo Raya dan sekitarnya. Masyarakat diimbau segera melapor jika menemukan produk pertanian yang mencurigakan.
Penulis : Nicholas
Komentar
Posting Komentar