Semarak Suronan Fest di Desa Jepangpakis, Tradisi dan Ekonomi Lokal Tumbuh Bersama
Sumber : Joglo Jateng
Minins.id, Kudus – Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus kembali menggelar Suronan Fest, sebuah festival tradisional yang diadakan dalam rangka menyambut 1 Muharam atau Tahun Baru Islam. Acara yang digelar sejak Rabu malam (10/7/2025) ini berlangsung meriah dan dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Suronan Fest menghadirkan beragam pertunjukan budaya, kirab pusaka desa, pasar malam, dan pentas musik religi. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mendorong geliat ekonomi warga setempat.
"Kami ingin Suronan Fest bukan hanya sebagai simbol tradisi, tapi juga wadah untuk membangkitkan ekonomi desa, khususnya pelaku UMKM dan pemuda kreatif," ujar Kepala Desa Jepangpakis, dikutip dari ANTARA News Jateng dan Berita Terkini Jawa Tengah dan DIY, Kamis (11/7/2025).
Pasar Rakyat dan Kuliner Tradisional Ramaikan Acara
Salah satu daya tarik utama festival ini adalah pasar rakyat yang dipenuhi dengan jajanan tradisional, kerajinan tangan, hingga permainan anak-anak. Warga memanfaatkan momen ini untuk menjajakan produk mereka, mulai dari jenang kudus, wedang uwuh, batik lokal, hingga mainan bambu.
"Alhamdulillah jualan laris. Banyak pengunjung dari luar desa, bahkan dari luar kota. Ini sangat membantu ekonomi keluarga kami," kata Rini, salah satu pedagang kuliner.
Selain itu, pengunjung juga dimanjakan dengan pertunjukan barongan, rebana, dan pembacaan doa bersama yang menambah nuansa religius pada perayaan.
Tradisi Turun-Temurun yang Terus Dijaga
Suronan Fest sudah menjadi agenda tahunan desa yang diwariskan secara turun-temurun. Warga meyakini, selain sebagai bentuk syukur atas datangnya tahun baru Hijriah, festival ini juga menjadi sarana menjaga harmoni dan gotong royong.
"Puncaknya adalah kirab pusaka desa. Ini bentuk penghormatan pada leluhur dan penyemangat agar desa tetap rukun dan makmur," kata Mbah Muklis, sesepuh desa.
Pemerintah Kabupaten Kudus memberikan apresiasi atas penyelenggaraan festival ini dan berencana memasukkannya dalam kalender wisata budaya tahunan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menarik minat wisatawan.
Penulis : Nicholas
Komentar
Posting Komentar