Trans Jateng Perluas Layanan, Rute Rembang–Blora Siap Beroperasi untuk Dukung Mobilitas dan Ekonomi Warga

Sumber : BeritaJateng.id

Minins.id, Blora – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perhubungan kembali memperluas jaringan layanan transportasi publik dengan menghadirkan rute baru Trans Jateng koridor Rembang–Blora. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendukung konektivitas antarwilayah di kawasan Pantura Timur dan Blora Raya yang selama ini dinilai masih terbatas akses transportasinya.

Rute Rembang–Blora menjadi koridor kedelapan dari layanan bus Trans Jateng yang selama ini telah menjangkau wilayah seperti Semarang, Surakarta, Purwokerto, dan Magelang. Bus Trans Jateng dikenal dengan tarif terjangkau dan pelayanan yang nyaman, menjadikannya salah satu moda transportasi favorit masyarakat menengah ke bawah.

Konektivitas Lebih Baik, Ekonomi Lebih Bergerak

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, pengembangan rute ini akan mempermudah mobilitas masyarakat antar kabupaten, khususnya untuk sektor pekerja, pelajar, dan pelaku UMKM yang sering bepergian antar kota untuk bekerja atau berdagang.

“Rembang dan Blora adalah dua kabupaten yang potensinya luar biasa, baik di bidang industri, pertanian, maupun pariwisata. Dengan adanya Trans Jateng, kita ingin membuka akses agar konektivitas dan pertumbuhan ekonomi lokal bisa lebih cepat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Tarif Terjangkau dan Fasilitas Modern

Rute baru ini akan melewati jalur utama Rembang–Blora dengan beberapa titik halte di wilayah Lasem, Sulang, dan Cepu. Tarifnya tetap sama dengan rute Trans Jateng lainnya, yaitu Rp4.000 untuk umum dan Rp2.000 untuk pelajar, buruh, dan veteran.

Bus yang digunakan adalah armada berpendingin udara (AC), dilengkapi CCTV, dan sistem pembayaran nontunai menggunakan kartu E-Money. Jadwal operasional mulai pukul 05.00 hingga 17.00 WIB, dengan keberangkatan setiap 30 menit sekali.

Disambut Antusias oleh Warga

Pengembangan rute ini disambut positif oleh warga sekitar, termasuk para pelajar dan pekerja harian yang selama ini mengandalkan ojek atau kendaraan pribadi dengan biaya yang lebih tinggi.

“Saya dari Lasem kerja di Blora. Biasanya naik motor sendiri, capek dan boros bensin. Kalau ada Trans Jateng, jelas lebih aman dan hemat,” kata Seno, warga Rembang.

Harapan dan Tahapan Selanjutnya

Pemprov Jateng menargetkan uji coba rute akan dimulai pada kuartal terakhir 2025. Jika respons masyarakat positif, bukan tidak mungkin akan ada pengembangan koridor lanjutan, seperti Blora–Ngawi atau Rembang–Pati.

Selain itu, pengelola juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk menambah fasilitas pendukung seperti halte, integrasi angkutan feeder, dan penyediaan lahan parkir di simpul transportasi.

Penulis: Nicholas
Sumber: Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Rembang & Blora, Ulasan Publik Trans Jateng

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dimsum Mentai Chili Oil Narawi Jadi Favorit Baru di Tlogosari Semarang

FOMO yang sehat, anak muda kini ramaikan trend mendaki gunung

Bill Gates Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia: Langkah Global Atasi Penyakit Ganas yang Terlupakan